BPJS untuk Ekspatriat

BPJS untuk Ekspatriat

Kualitas layanan kesehatan publik di Indonesia mungkin bukan yang terbaik. Tak heran jika banyak orang asing yang lebih memilih menggunakan asuransi kesehatan swasta selama berada di Indonesia. Namun, peraturan baru di Indonesia mewajibkan ekspatriat memiliki BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan adalah asuransi yang menanggung biaya rumah sakit kamu sebagai karyawan atas kecelakaan selama jam kerja. Pada saat yang sama, BPJS jenis ini juga termasuk skema pensiun. Di sisi lain, BPJS Kesehatan menanggung biaya kesehatan bagi warga pada umumnya, tetapi tidak menanggung biaya kecelakaan kerja. BPJS ini diperlukan untuk memperpanjang izin kerja kamu di Indonesia atau dengan kata lain memperbarui IMTAS kamu. Polis asuransi kesehatan ini telah diterapkan secara nasional baik untuk penduduk lokal maupun ekspatriat. Bagi WNA, berlaku bagi yang berdomisili di Indonesia lebih dari 6 bulan.

Setiap orang yang tinggal di Indonesia bisa mendapatkan keuntungan dari program ini. Tidak hanya untuk ekspatriat di perusahaan lokal tetapi juga pekerja lokal yang dipekerjakan oleh ekspatriat di Indonesia. Pada 2017, Menteri Ketenagakerjaan Dhakiri memperkenalkan UU Ketenagakerjaan No.40 / 2004 dan UU No.24 / 2011. Dikatakan bahwa semua orang asing yang bekerja di Indonesia lebih dari enam bulan harus menjadi anggota BPJS. Prosedur yang harus ditempuh para mantan untuk mengajukan jaminan kesehatan ini sama dengan prosedur yang dilakukan di masyarakat setempat. Namun, jarang sekali ekspatriat melamar sendiri. Ini harus menjadi tanggung jawab atasan untuk mengurus perlindungan asuransi ekspatriat mereka. Oleh karena itu, ekspatriat harus bertanya langsung kepada atasannya tentang masalah ini. Namun, jika kamu harus melamar sendiri, kamu bisa mengikuti langkah yang sama seperti yang dilakukan warga setempat di bagian “Mengajukan BPJS Sebagai Pemberi Kerja”. Perbedaannya adalah kamu dapat mendaftar dengan ITAS / ITAP kamu.

Tanya Kepada Atasan Kamu

employer
Tanya Kepada Atasan Kamu

Wajar jika merasa bingung dengan jaminan kesehatan di Indonesia karena dibagi menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Jangan ragu untuk menghubungi perusahaan kamu tempat kamu bekerja untuk membantu kamu dalam hal ini. Mereka biasanya memiliki koneksi ke agen pihak ketiga yang dapat membantu kamu menangani dokumen-dokumen ini. Jika kamu bekerja untuk sebuah perusahaan, kamu dapat memperoleh asuransi kesehatan komprehensif melalui mereka. Jika kamu datang ke Indonesia dengan suatu kontrak kerja, kamu harus bertanya kepada atasanmu apakah mereka memberikan polis medis yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kamu dan keluargamu.

Sudah menjadi keharusan bagi perusahaan di Indonesia untuk menyediakan asuransi kesehatan bagi pegawai dan anggota keluarganya. Aturan ini juga berlaku untuk tenaga kerja asing, tidak hanya tenaga tetap Indonesia. Jadi, penting untuk memeriksa detail dari atasan kamu untuk memastikan bahwa polismu cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu dan anggota keluargamu.

Kamu perlu memastikan bahwa perusahaan kamu telah menyiapkan asuransi sebelum kamu pindah. Terutama jika perusahaan yang relatif baru. Atasanmu dan kamu mungkin memiliki pandangan berbeda tentang apa yang dianggap cukup. Itulah mengapa lebih baik mengungkapkannya sedini mungkin. Setelah kamu menerima detailnya, penting juga untuk memahami apa yang ditanggung oleh jaminan medis yang diberikan oleh perusahaan kamu. Apakah itu termasuk insiden besar seperti operasi atau hanya masalah medis dasar?

Seperti asuransi lainnya, kamu juga perlu membayar premi asuransi kesehatan kamu. Gaji kamu dan status kamu (lajang atau menikah) dan berapa banyak anak yang kamu miliki mempengaruhi jumlah premi. Premi harus dibayar setiap bulan sehingga penting untuk menyisihkan anggaran untuk ini. BPJS Ketenagakerjaan dibagi menjadi tiga kategori cakupan. Ada jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan kematian (JK). Kamu dapat mengklaim BPJS ini setelah setidaknya 1 bulan setelah kamu mengundurkan diri dari perusahaan.

Baca juga: Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Ekspatriat di Indonesia

Sebagai Atasan 

doing the task
Sebagai Atasan

Seperti disebutkan sebelumnya, pengusaha harus menanggung BPJS pekerjanya. Artinya jika kamu seorang ekspatriat dan memiliki penduduk setempat yang bekerja untukmu, kamu dianggap sebagai pemberi kerja. Untuk masalah ini, kamu tidak dapat menghubungi perusahaan kamu atau perusahaan mana pun untuk menanganinya karena kamu sendiri yang mempekerjakannya.

Berikut prosedur pendaftaran tenaga kerja ke BPJS:

1. Pastikan pekerja kamu memiliki rekening bank di salah satu bank yang ditunjuk oleh pemerintah Indonesia. Bisa Bank Mandiri, BRI, atau BNI.

2. Setelah membuka rekening bank, minta pekerja kamu untuk mendaftarkan diri di Kantor BPJS terdekat. Mereka juga harus membawa dokumen berikut:

  1. Sebuah. Formulir pendaftaran sudah diisi
  2. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Indonesia (KTP)
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  4. 2 Foto: 3 x 4 cm untuk setiap anggota keluarga
  5. Bisa juga dimintai NPWP-nya

Penting untuk dicatat bahwa setiap orang yang tercantum dalam Kartu Keluarga harus mendaftar asuransi kesehatan ini pada saat yang bersamaan. Jadi, pekerja kamu perlu memeriksa apakah Kartu Keluarga mereka yang terbaru atau tidak. Anggota keluarga yang meninggal harus dikeluarkan dan anak yang sudah menikah akan memiliki Kartu Keluarga sendiri. Kamu tidak ingin membayar hal-hal yang sebenarnya tidak seharusnya kamu bayar, bukan?

Jika menurut kamu proses ini terlalu merepotkan dan menghabiskan sebagian besar waktu pekerja kamu, kamu dapat mengunjungi situs BPJS di www.bpjs-kesehatan.go.id. Kamu bisa mendaftar secara online dan juga menghindari menunggu lama di kantor BPJS. Tips lainnya adalah mengakses situs web di tengah malam. Hal tersebut dilakukan karena lalu lintas di situs web akan relatif rendah sehingga server tidak akan kelebihan beban.

3. Pekerja kamu dapat mendaftarkan diri dan anggota keluarganya termasuk pasangan dan maksimal 3 anak. Kontribusi bulanan pertama harus dibayarkan pada hari pendaftaran. Mereka dapat memilih tingkat iuran sesuai dengan kelas yang akan didapatkan jika dirawat di rumah sakit. Ada kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga dengan kelas satu memiliki tingkat kontribusi tertinggi. Setelah memilih tingkat kontribusi, pekerja kamu tidak akan dapat mengubahnya dengan mudah. Jadi, penting untuk memikirkan hal ini dengan cermat. Setelah pekerja kamu terdaftar, iuran harus dibayarkan setiap bulan melalui bank.

Karena prosedur ini dapat menyita waktu pekerja kamu jika mereka melakukannya sendiri, kamu harus menyarankan mereka mendaftar secara online. Namun, jika pekerja kamu kurang paham dengan lingkungan online, mereka dapat menghubungi Hotline BPJS di 0812-8415124 untuk mengetahui langsung dimana harus mendaftar.

Avatar

Hello Flokq

Related Posts

Tips untuk Tetap Produktif Dengan Banyak Deadline

Tips untuk Tetap Produktif Dengan Banyak Deadline

7 Coliving Space Terbaik di Bali

7 Coliving Space Terbaik di Bali

Kos-kosan Terbaik di Kebayoran Lama

Kos-kosan Terbaik di Kebayoran Lama

Apartemen Terbaik di Pasar Minggu

Apartemen Terbaik di Pasar Minggu

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *