Pertumbuhan E-commerce di Indonesia

Pertumbuhan E-commerce di Indonesia

Menurut GlobalWebIndex, Indonesia memiliki tingkat penggunaan e-commerce tertinggi dibandingkan negara lain di dunia dan oleh karena itu, banyak pengusaha menemukan bahwa Indonesia memiliki kesuksesan yang baik dan menjanjikan karena konsumen pasarnya. Mereka mulai membangun perusahaan startup mereka sendiri dan banyak dari mereka adalah startup berbasis e-commerce. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia, e-commerce di Indonesia telah tumbuh hingga 78 persen pada 2019, tingkat pertumbuhan tertinggi di dunia.

Apa sebenarnya e-commerce itu? E-commerce adalah kependekan dari perdagangan elektronik atau perdagangan internet. Pembelian dan penjualan barang atau jasa menggunakan internet, transaksi uang sebagian besar dilakukan secara virtual juga (e-money atau transfer). Pertumbuhan e-commerce sendiri tidak hanya dengan perusahaan startup lokal tetapi juga perusahaan startup e-commerce asing yang berusaha bersaing untuk menjadi e-commerce terdepan dan paling banyak digunakan di Indonesia. Berikut beberapa informasi lebih lanjut terkait pertumbuhan e-commerce Indonesia hingga tahun 2020.

Jenis E-commerce Terbanyak di Indonesia

Ada empat tipe utama model e-commerce yang dikenal di seluruh dunia. Jenis e-commerce ini adalah transaksi yang diketahui dilakukan oleh dua pemangku kepentingan, konsumen, dan bisnis. E-commerce juga memiliki berbagai bentuk e-commerce, baik berupa produk maupun layanan.

Jenis pertama adalah Business to Consumer (B2C), yang seperti pusat perbelanjaan online tempat bisnis menjual barang atau jasa kepada konsumen individu. Kedua, Business to Business (B2B), adalah tempat bisnis menjual barang atau jasa untuk kesuksesan bisnis lain, misalnya, perusahaan keuangan menjual produk perangkat lunaknya yang mengelola faktur ke perusahaan lain. Ketiga, Consumer to Consumer (C2C) adalah ketika konsumen menjual barang atau jasa kepada konsumen mereka, misalnya, platform startup yang memungkinkan orang menjual barang mereka. Terakhir, Consumer to Business (C2B), ketika konsumen menjual produk atau jasanya ke bisnis, misalnya, seorang freelancer di sebuah perusahaan.

Di Indonesia, jenis e-commerce yang paling banyak digunakan adalah Business to Consumer (B2C), dengan kata lain, perusahaan seperti Traveloka, Lazada, dan Shopee telah menghubungkan bisnis dengan konsumen, sehingga jauh lebih mudah. Ini adalah tipe yang paling banyak digunakan karena kedua belah pihak memiliki keuntungan besar karena prospek penjualan yang besar atau pasar yang lebih luas. Sistem dan transaksi B2C juga jauh lebih mudah dan memakan waktu lebih sedikit, yang dibutuhkan hanyalah satu klik di layar. Selanjutnya ada Customer to Customer (C2C), platform seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Kaskus memungkinkan siapa saja yang memiliki atau tidak memiliki bisnis untuk menjual barangnya kepada orang lain. Urutan ketiga adalah Business to Business (B2B) dan terakhir Consumer to Business (C2B)

E-Commerce Terbesar di Indonesia

Menurut CNN Indonesia, tahun 2019 menjadi tahun dimana banyak platform e-commerce startup lokal paling banyak digunakan oleh konsumen, dan oleh karena itu, perusahaan asing lainnya masuk ke Indonesia untuk bersaing melawannya. Menurut Good Stat, di penghujung tahun 2019, Tokopedia, salah satu e-commerce Indonesia, masih menjadi e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia dengan sekitar 66 juta pengunjung, selanjutnya adalah e-commerce asal Singapura, Shopee, dengan sekitar 58. jutaan pengunjung, dan Bukalapak yang telah menempati urutan kedua selama 2 tahun telah hadir dengan sekitar 42 juta pengunjung.

Meskipun e-commerce terbesar di Indonesia masih Tokopedia (klik di sini untuk e-commerce di Indonesia), pada tahun 2020 grafiknya sudah berubah. Tokopedia menjadi peringkat kedua e-commerce paling banyak dikunjungi di Indonesia dengan total 69 juta pengunjung. Tempat pertama adalah Shopee dengan 71 juta pengunjung. Ini karena Shopee telah memperluas dan memvariasikan layanan mereka untuk lebih terlibat dengan konsumen selama beberapa bulan terakhir.

Anehnya, situs e-commerce di Indonesia memiliki preferensi gender. Wanita di Indonesia cenderung suka menggunakan Shopee karena cenderung memiliki pilihan fashion dan kecantikan yang beragam dan lengkap. Singkatnya, Shopee memiliki banyak acara diskon, dan wanita sangat menyukai diskon! Sedangkan pria cenderung menyukai Tokopedia karena menjual produk digital, elektronik, dan hobi lengkap yang cenderung disukai pria.

Total Nilai Pasar dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

This image has an empty alt attribute; its file name is 36a619ca31961278140f2fca58780a6e-1.jpg
Total Nilai Pasar dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Tentunya dengan pertumbuhan e-commerce di Indonesia, total nilai pasar dan tingkat ekonomi juga ikut bertumbuh. Pada tahun 2019 nilai pasar bruto (GMV) atau yang dikenal dengan nilai perusahaan e-commerce di Indonesia telah mencapai US $ 21 miliar, diprediksi pada tahun 2022 akan mencapai US $ 42 miliar dan pada tahun 2024 akan mencapai sekitar US $ 51 miliar. Dengan prediksi tersebut, Indonesia berpotensi besar menjadi ekonomi e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Hal ini juga karena kelonggaran aturan investasi pemerintah Indonesia membuat e-commerce di Indonesia mendapat investasi yang cukup besar.

Tentu saja, pengaruhnya terhadap perekonomian besar. Dengan banyaknya bisnis e-commerce yang berjalan di Indonesia, membuka berbagai lapangan kerja bagi masyarakat, sehingga mengurangi pengangguran. Di tahun 2019, ekonomi digital Indonesia telah mencapai US $ 40 miliar dan masih akan terus berkembang. Ini karena nilai pasar yang membuat investor tertarik. Investor tidak hanya dapat berinvestasi di startup tetapi juga dengan membuat bisnis sendiri di Indonesia, berkontribusi pada perekonomian nasional.

Keuntungan lain dalam perekonomian adalah bagaimana bisnis e-commerce ini memberikan keuntungan kepada pembeli, yang berarti konsumen diuntungkan lebih banyak untuk mendapatkan produk yang lebih murah karena rantai pasok sudah terpecah antara produsen dan pembeli secara langsung. Ini juga dapat mencapai kesetaraan sosial, siapapun dari mana pun dapat memiliki akses tak terbatas ke fasilitas yang ditawarkan e-commerce ini.

Nah, begitulah gambaran pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Dengan demikian, banyak lapangan kerja yang terbuka tetapi banyak pekerjaan lain yang tidak lagi dibutuhkan karena digantikan oleh mesin. Orang-orang mulai sedikit memahami bahwa mereka membutuhkan keterampilan ekstra untuk mendapatkan pekerjaan yang sukses di industri e-commerce. Di tahun-tahun mendatang, Indonesia akan menjadi salah satu negara terdepan dalam pertumbuhan ekonomi karena hal tersebut.

Avatar

Hello Flokq

Related Posts

Kos Kosan Terbaik di Bendungan Hilir

Kos Kosan Terbaik di Bendungan Hilir

Produk Fashion dan Kecantikan Ramah Lingkungan dari Indonesia

Produk Fashion dan Kecantikan Ramah Lingkungan dari Indonesia

Rekomendasi Apartemen Terbaik Dekat Bandara Halim Perdanakusuma

Rekomendasi Apartemen Terbaik Dekat Bandara Halim Perdanakusuma

Coworking Spaces near Central Park Mall

Coworking Spaces near Central Park Mall

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *