Tempat Ibadah di Jakarta Utara

Tempat Ibadah di Jakarta Utara

Jakarta Utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah utara. Terkenal memiliki dua pelabuhan di kotanya, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Sunda Kelapa, dengan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan komersial tersibuk di Indonesia untuk kegiatan ekspor dan impor. Beberapa hutan bakau alami juga bisa ditemukan di sini. Padahal seiring perkembangan kota, beberapa di antaranya diganti menjadi kawasan perkotaan.

Temukan berbagai tempat ibadah di Jakarta, mulai dari gereja, kuil, dan masjid, berkat keragaman agama di kotanya.

Tempat Ibadah di Jakarta Pusat
Tempat Ibadah di Jakarta Selatan
Tempat Ibadah di Tangerang Selatan

Jakarta Utara memiliki banyak sekali tempat wisata seperti tempat bersejarah, pantai yang indah, dan juga rumah bagi beberapa landmark seperti Museum Sejarah Jakarta. Tempat wisata populer lainnya di Jakarta Utara adalah Taman Impian Jaya Ancol yang terkenal dengan pantai dan berbagai jenis taman hiburannya. Jakarta Utara kembali memberikan nuansa Jakarta dengan estetika industrinya sendiri di sepanjang jalan. Meski begitu, Jakarta Utara juga memiliki keindahan tersendiri dengan menjadi rumah tempat ibadah tertua di Indonesia.

1. Gereja Tugu

Berkunjung ke Gereja Berusia 271 Tahun di Jakarta Utara, Gereja Tugu  Halaman all - Kompas.com
Sumber: Google Images

Gereja Tugu merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia dan peninggalan Portugis yang dibangun pada tahun 1784. Gereja ini memiliki gaya yang sederhana dan bisa digambarkan sebagai perpaduan antara arsitektur Belanda abad ke-18 dan arsitektur Portugis. Gereja kaya sejarah yang tampak seperti bangunan Eropa ini berdiri kokoh, pasti akan menarik perhatianmu.

Meski bangunannya telah mengalami renovasi dari waktu ke waktu, interior seperti jendela, atap, mimbar, dan kolam baptis masih tetap sama selama lebih dari 271 tahun. Gereja Tugu terletak di Jl. Raya Tugu Semper Barat No. 20, Jakarta Utara, tepatnya di Desa Tugu (Kampung Tugu), kawasan bersejarah. Jadi, kamu bisa juga menjelajahi daerah sekitar.

Kamu juga bisa melihat lonceng gereja yang masih eksis dari masa silam tepat di sebelah Gereja Tugu. Namun, lonceng asli disimpan di ruang samping gereja dan diganti replika. Sejumlah kuburan keturunan Portugis juga masih bisa ditemukan di halaman gereja.

2. Masjid Al Alam Marunda

Masjid Al Alam Marunda, Sejarah, Asal-usul dan Para Pendirinya - Tribun  Jakarta
Sumber: Google Images

Terletak di Jl. Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Masjid Al Alam merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini dekat dengan laut, jadi kamu bisa mendengar suara kapal yang lewat.

Dibangun pada tahun 1575, masjid ini menjadi salah satu saksi sejarah peninggalan masyarakat Betawi di pulau Jawa. Sejarahnya juga memiliki beberapa versi, salah satunya adalah bagaimana masjid ini dibangun hanya dalam sehari semalam oleh Auliya (penyebar agama Islam di Indonesia) yang dipimpin oleh Pangeran Fatahillah.

Masjid Al Alam juga dikenal dengan Masjid Si Pitung karena Si Pitung, seorang pahlawan dari Betawi, konon pernah mengunjungi tempat peribadatan ini untuk melarikan diri dari kejaran Kompeni Belanda. Meski sudah berusia lebih dari 400 tahun, keunikan masjid ini masih terawat dengan baik. Namun, fakta bahwa itu adalah bangunan tua tidak bisa disembunyikan. Arsitekturnya mengingatkan pada model Masjid Demak. Pada tahun 1975, masjid ini ditetapkan sebagai cagar budaya.

3. Vihara Lalitavistara

Jelajah Vihara Tertua di Jakarta yang Ditemukan Pelaut Secara Tak Sengaja -  Lifestyle Liputan6.com
Sumber: Google Images

Vihara Buddha ini memiliki beberapa sejarah yang menarik di dalamnya. Konon vihara ini didirikan oleh para pelaut yang merapat di pantai dekat kawasan Cilincing dan diberi nama Vihara Sam Kuan Tai Tie. Setelah itu, warga sekitar pantai memutuskan untuk membuat tempat peribadahan bagi umat Buddha yang akhirnya diberi nama Lalitavistara. Nama ini berdasarkan kitab suci Buddha yang menceritakan tentang perjalanan hidup Sidharta Gautama dari lahir sampai mati.

Terletak di Jl. Cilincing Lama No. 03, Cilincing, Jakarta Utara, kamu akan dikelilingi oleh deretan lampion yang menggantung di langit-langit saat kamu memasuki tempat ini. Lampion tersebut berjejer mulai dari depan gedung hingga tempat ibadah yang terletak di belakang. Vihara ini juga populer untuk melakukan Ciam Si, yaitu ritual membaca ramalan menurut tradisi Tiongkok kuno. Jika kamu tertarik untuk diramal nasib hidupmu di sini, kamu bisa langsung katakana pada penjaga vihara.

Ciam Si dilakukan dengan cara mengocok beberapa batang bambu yang ditempatkan di dalam kaleng. Saat diguncang, sebagian bambu akan jatuh dan penjaga vihara akan membuat ramalan dengan membaca bambu tersebut. Kini, Vihara Lalitavistara resmi menjadi cagar budaya di Jakarta.

4. Pura Segara Kemayu

Kunjungi Pura Segara Kemayu di Cilincing, Gubernur Anies Cek...
Sumber: Google Images

Pura Segara adalah tempat peribadahan umat Hindu yang terletak di tepi pantai Jakarta, tepatnya Jl. Kremasi 28 Kali Baru Timur 29, Jakarta Utara. Pura ini juga menjadi satu-satunya pura di wilayah Jabodetabek yang terletak di pinggir laut. Konon pura ini terletak di tepi pantai karena masyarakat Hindu di Jakarta Utara telah melihat manifestasi dari Dewa Baruna (Dewa Varuna) penguasa laut.

Terdapat pagar berwarna merah untuk menandai arah dari Pura Segara ini. Kamu harus berjalan kaki sekitar tiga menit untuk sampai di halaman pura. Memasuki kompleks pura, kamu akan melihat pemandangan laut yang indah. Pura ini menyerupai arsitektur Bali, dengan dua buah patung di salah satu tempat ibadah dan ukiran khas Bali yang menghiasi setiap sisi tembok. Sebagai pengingat, bahwa wanita yang sedang menstruasi tidak diperbolehkan masuk ke dalam.

5. Gereja Katolik Stella Maris Pluit

Gereja Stella Maris Pluit | Directory online Gereja Katholik Se-Indonesia
Sumber: Google Images

Gereja katolik ini terletak di Jl. Taman Pluit Permai Timur No.17, Pluit, Jakarta Utara memiliki desain arsitektur modern yang unik. Diresmikan pada tanggal 18 November 2012, Gereja Stella Maris terdiri dari 2 lantai dengan interior kayu yang sangat apik. Dinding luar gereja dilapisi dengan batu-batu lokal Indonesia, menciptakan tampilan bertekstur lokal dan alami, sedangkan bagian samping bangunan dikelilingi pepohonan yang menciptakan perasaan segar dan tenang. Tempat ini dapat menampung sekitar 1.600 orang dan dilengkapi dengan sound system, lighting, dan AC. Mereka juga mengadakan misa dalam bahasa Mandarin dan Inggris.

Semoga artikel ini bisa membantumu menemukan cara lain untuk berjalan-jalan di Jakarta Utara dengan mengunjungi salah satu tempat ibadah ini. Semoga perjalananmu menyenangkan!

Avatar

Hello Flokq

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *