Yang Perlu Diketahui sebelum Menyetir di Jakarta

Yang Perlu Diketahui sebelum Menyetir di Jakarta

Mungkin kamu ingin memberitahu hal-hal yang perlu diperhatikan ketika berkendara di Jakarta kepada temanmu yang merupakan warga negara asing. Pada artikel kali ini, kami memberikan informasi yang kamu butuhkan. Lihat ini!

Setir di Kanan

Sistem mengemudi di lajur kiri diterapkan di Indonesia melalui banyak pertimbangan dan perhitungan. Pada masa penjajahan Belanda, kendaraan yang masuk ke Hindia Belanda menggunakan setir sebelah kanan. Ketika mobil buatan Jepang mulai masuk ke Indonesia dengan puncaknya pada tahun 1942 – 1945. Mobil yang beredar di pasaran di Indonesia kebanyakan adalah mobil buatan Jepang. Makin hari, masyarakat Indonesia pun semakin menyukai mobil Jepang yang dinilai lebih terjangkau. Sedangkan, mobil buatan Eropa dan Amerika cenderung menurun popularitasnya di pasar Indonesia karena hanya dimiliki oleh kalangan atas. Tak kalah pentingnya, postur warga Indonesia yang kurang lebih sama dengan masyarakat Jepang, sehingga ideal untuk mobil yang diimpor ke Indonesia. Itu sebabnya masyarakat Indonesia masih terbiasa berkendara dengan setir kanan.

Nyalakan Lampu Kendaraan

Pengemudi harus menyalakan lampu depan kendaraan pada malam hari, jadi pastikan lampu menyala dengan sempurna. Sanksi jika aturan ini dilanggar adalah kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp 250.000. Pengendara roda dua juga diwajibkan untuk menyalakan lampu depan pada siang hari. Jika tidak, akan dikenai kurungan maksimal 15 hari atau denda maksimal Rp 100.000. Jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang fatal mencapai lebih dari 60% akibat pengendara sepeda motor. Faktor utama kecelakaan adalah sikap pengendara yang lalai, melanggar, tidak tahu aturan, dan tidak terampil dalam berkendara.

Bawa SIM

SIM (Surat Izin Mengemudi) adalah suatu keharusan. Undang-undang menyebutkan bahwa hal pertama yang harus dimiliki saat berkendara adalah surat izin mengemudi. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, SIM merupakan kebutuhan yang wajib dimiliki oleh pengendara yang menggunakan jalan raya. Khusus untuk sepeda motor harus menggunakan SIM C atau jenis SIM untuk kendaraan roda 2. Usia minimal pembuatan SIM C adalah 16 tahun. Sebelum mendapatkan SIM C harus dilakukan tes, baik tes praktek maupun tes tertulis. Tes tertulis bertujuan untuk pengetahuan dasar, seperti rambu dan lain-lain, sedangkan untuk tes praktek adalah cara untuk mengetahui kemampuan mengemudi.

Jangan berhenti di Zebra Cross

Sopir yang melakukan ini akan dihukum kurungan maksimal dua bulan dan denda sekitar Rp 500.000. Jika lampu kuning sudah menyala, lebih baik bersiap-siap berhenti agar tidak melewati garis penyeberangan. Ketentuan di atas dibuat karena banyaknya masalah di jalan raya. Perilaku pengendara yang paling banyak menyebabkan kecelakaan lalu lintas adalah mereka yang merokok dan mendengarkan musik sehingga tidak fokus berkendara. Jadi, mulai sekarang perhatikan aturan yang ada dan jangan pernah bertindak egois di jalan raya.

Lengkapi Perlengkapan Berkendara

Lengkapi perlengkapan berkendaramu, seperti helm, jaket, boots, dan celana yang pas untuk berkendara. Ada berbagai macam tipe helm tersedia di pasaran. Sebenarnya, dalam memilih helm, kita hanya membutuhkan 2 kriteria, yaitu nyaman dan aman. Nyaman saat dipakai dan aman dengan memilih helm bertanda “DOT” di (biasanya) bagian dalamnya. Sangat tidak disarankan menggunakan helm proyek. Sebisa mungkin hindari helm setengah wajah jika berkendara ke luar kota. Penggunaan helm ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Bab VII Bagian Keempat Pasal 57 Ayat 2; Bab IX tentang Lalu Lintas Bagian Keempat Paragraf 1 Pasal 106 ayat 8 dan 9 serta Ketentuan Pidana menurut Bab XX Pasal 291 ayat 1 dan 2 dan Pasal 292.

Kini jaket hadir dalam berbagai macam bahan, warna, dan model. Pilih jaket yang nyaman dan aman untuk kebutuhanmu. Saat perjalanan, pilih jaket yang menyerap keringat dan tidak transparan. Kami sangat merekomendasikan bahan Gore-Tex atau Cordura yang tahan gesekan dan tahan air yang dilapisi dengan kapas di bagian dalamnya. Pemasangan pelindung pada bahu, punggung, siku, dan sepanjang tulang tangan sangat baik untuk mengurangi benturan saat terjadi kecelakaan. Penggunaan celana sangat disarankan yang terbuat dari bahan yang tebal, seperti jeans, soft canvas, Gore-lex leather, dan Cordura.

Tiga bahan terakhir yang disebutkan di atas memiliki kemampuan menahan gesekan yang baik, tetapi tidak terlalu nyaman dipakai saat terik matahari. Karena itu, biasanya celana telah dilapisi kapas di dalamnya, sehingga bisa menyerap keringat dengan baik. Celana touring buatan pabrik biasanya juga sudah dipasang pelindung badan, termasuk di bagian belakang untuk melindungi tulang ekor, pinggul samping, lutut, dan tulang kering. Pilih sepatu yang tepat saat mengendarai motor yang tidak hanya nyaman dipakai, namun yang terpenting adalah memberi kelembutan pada sendi pergelangan kaki. Sebaiknya, gunakan sepatu yang memenuhi standar ISO. Hal ini dimaksudkan saat melakukan “panic brake”, kaki akan langsung menyalurkan tenaga ke tuas rem dengan baik dan tidak tersangkut di sepatu yang keras.

__

Itulah 5 informasi penting yang harus kamu ketahui sebelum berkendara di jalanan Jakarta. Semoga artikel ini bisa membantumu berkendara lebih aman dan menyenangkan di sini. Jangan lupa juga untuk memeriksa rekomendasi lainnya di blog kami.

Avatar

Hello Flokq

Related Posts

Kos-kosan Terbaik di Kebayoran Lama

Kos-kosan Terbaik di Kebayoran Lama

Apartemen Terbaik di Pasar Minggu

Apartemen Terbaik di Pasar Minggu

Kos-kosan Terbaik di TB Simatupang

Kos-kosan Terbaik di TB Simatupang

Kos-kosan Terbaik di Senopati

Kos-kosan Terbaik di Senopati

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *