Gerbang Tol Antasari, Cipete Selatan, Kebayoran Baru

Gerbang Tol Antasari berfungsi sebagai pintu masuk dan keluar yang krusial untuk Jalan Tol Depok–Antasari (Desari), sebuah jalan bebas hambatan yang terkendali yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan Depok dan Kabupaten Bogor. Diresmikan secara bertahap sejak tahun 2018, gerbang tol ini merupakan bagian integral dari sistem jalan tol Indonesia yang lebih luas, yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas nasional dan mendukung pembangunan ekonomi di seluruh pulau-pulau utama.

Sorotan Utama

  • Bagian dari Jalan Tol Depok–Antasari (Desari) sepanjang 21,54 km (13,38 mil).
  • Menghubungkan Jakarta Selatan dengan Sawangan (Depok) dan Bojong Gede - Kemang (Kabupaten Bogor).
  • Seksi pertama (Antasari ke Brigif, 5,8 km) diresmikan pada 27 September 2018.
  • Dikelola oleh PT Citra Waspphutowa, anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), dengan masa konsesi 40 tahun.
  • Menggunakan sistem transaksi terbuka, di mana pengendara membayar saat memasuki gardu tol.
  • Bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Jalan Tol Jagorawi.
  • Konstruksi melibatkan beberapa seksi, dengan beberapa masih dalam pengembangan untuk diperluas ke arah Bogor.

Lokasi & Konektivitas

Gerbang Tol Antasari terletak di Jl. Tol Depok - Antasari, di Cipete Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta, Indonesia. Lokasi strategis ini menempatkannya di dalam Wilayah Metropolitan Jabodetabek, memfasilitasi peningkatan konektivitas antara pusat-pusat perkotaan yang padat penduduk. Akses utama jalan tol dari DKI Jakarta berada di kawasan Cilandak, di ujung Jl. Pangeran Antasari, di mana persimpangan menghubungkan jalan tol Depok–Antasari dengan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) dan jalan non-tol di sekitarnya. Konektivitas ini membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan mendukung pertumbuhan regional. Jalan Tol Depok-Antasari menggunakan sistem transaksi terbuka, di mana pengemudi membayar di gardu tol saat masuk, menyederhanakan proses pembayaran.

Fasilitas

Jalan Tol Depok–Antasari, yang dapat diakses melalui Gerbang Tol Antasari, dirancang sebagai jalan enam lajur, dua arah dengan median/pemisah. Pengembangan infrastruktur di sepanjang jalan tol mencakup struktur underpass, menggunakan produk beton Box Culvert berdimensi besar untuk mempercepat pembangunan.

Relevansi

Gerbang Tol Antasari dan Jalan Tol Depok–Antasari memainkan peran penting dalam membentuk lingkungannya dengan meningkatkan konektivitas regional dan mengurangi kemacetan lalu lintas di Wilayah Metropolitan Jabodetabek. Kehadiran jalan tol ini menyediakan rute alternatif bagi para komuter yang bepergian antara Jakarta, Depok, dan Bogor, sehingga mengurangi waktu tempuh dan berpotensi memengaruhi pola spasial fungsi bangunan di area di sekitar titik aksesnya. Pembangunan jalan tol ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur transportasi Indonesia dan mendukung pembangunan ekonomi.

Di dekat sini

Area dan infrastruktur penting di dekat Gerbang Tol Antasari termasuk kawasan Cilandak, tempat akses utama dari DKI Jakarta berada. Jalan tol terhubung dengan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) dan dimaksudkan untuk terhubung dengan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 dan Jalan Tol Bogor-Ciawi–Sukabumi. Gerbang tol lain di sepanjang Jalan Tol Depok-Antasari termasuk Krukut dan Sawangan. Masjid Babah Alun juga terlihat oleh mereka yang melewati jalan tol Depok–Antasari.

Tabel Data

FiturDetail
Nama Jalan TolJalan Tol Depok–Antasari (Desari)
Total Panjang21,54 km (13,38 mil)
Masa Konsesi40 tahun
OperatorPT Citra Waspphutowa (anak perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP))
Seksi OperasiSeksi I (Antasari-Brigif): 5,8 km; Seksi II (Brigif-Sawangan): 6,3 km
Peresmian Seksi I27 September 2018
Sistem Transaksi TolSistem terbuka

Unit tersedia di sekitar Gerbang Tol Antasari

Fasilitas dan Layanan di Sekitar Gerbang Tol Antasari
Sitemap