Pasar Pondok Kopi, Pondok Kopi, Kota Jakarta Timur

Pasar Pondok Kopi adalah pasar tradisional yang terletak di kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Pasar tradisional di Indonesia, seperti Pasar Pondok Kopi, berfungsi sebagai pusat penting untuk perdagangan lokal, memfasilitasi pertukaran berbagai barang dan hasil bumi secara langsung antara pedagang dan masyarakat. Pasar-pasar ini merupakan bagian integral dari kehidupan ekonomi dan sosial sehari-hari di daerah perkotaan, menyediakan hasil bumi segar, makanan pokok, dan kebutuhan rumah tangga. Infrastruktur pasar tradisional berfokus pada dukungan volume transaksi yang tinggi dan interaksi langsung.

Sorotan Utama

  • Pasar Pondok Kopi terletak di Pondok Kopi, sebuah kelurahan di Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur.
  • Kecamatan Duren Sawit memiliki total populasi 421.560 jiwa, dengan 210.288 laki-laki dan 211.272 perempuan, berdasarkan data terbaru.
  • Duren Sawit memiliki luas 22,65 km².
  • Pondok Kopi adalah salah satu dari tujuh kelurahan di Kecamatan Duren Sawit.
  • Kelurahan Pondok Kopi memiliki luas total 206 hektar.
  • Daerah Duren Sawit didirikan sebagai kecamatan pada tahun 1990, sebelumnya merupakan bagian dari Jatinegara.
  • Pondok Kopi secara historis signifikan sebagai lokasi eksperimen budidaya kopi awal di Nusantara pada tahun 1699.

Lokasi & Konektivitas

Pasar Pondok Kopi terletak di Elnos Jl. Rawadas No.62, RT.4/RW.3, Pondok Kopi. Kelurahan Pondok Kopi berbatasan dengan Penggilingan dan Pulogebang di utara, Malaka Jaya dan Pondok Kelapa di barat, Bekasi Barat di timur, dan Pondok Kelapa di selatan. Aksesibilitas kawasan ini didukung oleh jaringan jalan dan kedekatannya dengan area-area penting lainnya di Jakarta Timur dan ke arah Bekasi. Pilihan transportasi umum tersedia, menghubungkan pasar ke jaringan perkotaan yang lebih luas.

Fasilitas

Sebagai pasar tradisional, Pasar Pondok Kopi terutama menawarkan stan dan ruang terbuka bagi pedagang untuk menjual berbagai barang, termasuk hasil bumi segar, daging, ikan, rempah-rempah, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Desain pasar memfasilitasi interaksi langsung antara konsumen dan penjual. Infrastruktur khas pasar semacam itu mencakup fasilitas sanitasi dasar, area beratap, dan jalur untuk pergerakan pejalan kaki.

Relevansi

Pasar Pondok Kopi berfungsi sebagai pusat ekonomi dan sosial yang vital bagi kelurahan Pondok Kopi dan lingkungan sekitarnya. Pasar ini mendukung mata pencaharian lokal melalui perdagangan dan menyediakan akses yang mudah ke barang-barang penting bagi penduduk. Kehadiran pasar berkontribusi pada karakter perkotaan Pondok Kopi, memengaruhi lalu lintas pejalan kaki lokal, usaha kecil, dan pertemuan masyarakat. Pasar ini berperan dalam menjaga lanskap ritel tradisional di tengah pembangunan perkotaan di Jakarta Timur.

Di dekat sini

Pondok Kopi berbatasan dengan kelurahan Penggilingan, Pulogebang, Malaka Jaya, Malaka Sari, dan Pondok Kelapa. Di sebelah timurnya, berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Barat. Jalan-jalan penting dan tempat menarik lokal lainnya dapat diakses dari pasar, mengintegrasikannya ke dalam jaringan perkotaan dan pinggiran kota yang lebih luas di Jakarta Timur dan Bekasi terdekat. Distrik Duren Sawit sendiri berbatasan dengan Kecamatan Cakung di utara dan Kecamatan Jatinegara di barat.

Tabel Data

KategoriData
Jenis POIPasar Tradisional
KelurahanPondok Kopi
KecamatanKecamatan Duren Sawit
KotaKota Jakarta Timur
ProvinsiDaerah Khusus Ibukota Jakarta
Populasi Kecamatan Duren Sawit421.560 (2025)
Luas Kecamatan Duren Sawit22,65 km²
Kelurahan di Duren Sawit7 (Duren Sawit, Pondok Bambu, Klender, Pondok Kelapa, Malaka Sari, Malaka Jaya, Pondok Kopi)
Luas Kelurahan Pondok Kopi206 hektar

Unit tersedia di sekitar Pasar Pondok Kopi

Fasilitas dan Layanan di Sekitar Pasar Pondok Kopi
Sitemap