Masjid Raya Tambora, Tambora, Kota Jakarta Barat

Masjid Raya Tambora adalah tempat ibadah bersejarah yang terletak di kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, Indonesia. Didirikan pada tahun 1767 oleh Haj Mustoyib Ki Daeng, masjid ini memiliki arti penting budaya dan agama sebagai salah satu masjid tertua di Jakarta. Masjid ini telah mempertahankan sebagian besar gaya arsitektur aslinya meskipun telah direnovasi sepenuhnya pada tahun 1980.

Sorotan Utama

  • Didirikan pada tahun 1767, menjadikannya salah satu masjid tertua di Jakarta.
  • Didirikan oleh Haj Mustoyib Ki Daeng, yang makamnya terletak di halaman depan bersama dengan makam istrinya.
  • Menampilkan pengaruh arsitektur Tiongkok yang khas, terlihat pada ornamen dan pilar yang dihias dengan rumit.
  • Pilar menggambarkan adegan konversi ke Islam dan interaksi antara manusia dan hewan, yang mencerminkan percampuran budaya.
  • Mengalami renovasi lengkap pada tahun 1980 sambil mempertahankan gaya arsitektur aslinya.
  • Berfungsi sebagai pusat komando selama perjuangan kemerdekaan pada tahun 1945.

Lokasi & Konektivitas

Masjid Raya Tambora terletak di kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, Indonesia. Kecamatan Tambora dicirikan oleh kepadatan penduduknya yang tinggi. Dibatasi oleh jalur kereta api di sebelah barat dan utara, kanal Kali Krukut - Kali Besar di sebelah timur, dan Jalan Duri Selatan di sebelah selatan.

Fasilitas

Interior Masjid Raya Tambora mengharuskan kepatuhan terhadap kode berpakaian tertentu; sepatu harus dilepas di pintu masuk, dan wanita diharapkan mengenakan kerudung. Desain masjid menampilkan ornamen bergaya Tiongkok dan pilar yang dihias dengan rumit.

Relevansi

Masjid Raya Tambora berfungsi sebagai tengara keagamaan dan bersejarah yang vital di dalam kecamatan Tambora yang padat penduduk. Kehadirannya yang sudah lama sejak abad ke-18 berkontribusi pada tatanan budaya Jakarta Barat, yang mewujudkan perpaduan tradisi seni Islam dan Tiongkok. Masjid juga berperan dalam gerakan kemerdekaan, telah digunakan sebagai markas perjuangan pada tahun 1945. Akar sejarahnya terkait dengan kedatangan KH. Moestojib dan Ki Daeng, yang menetap di Batavia (sekarang Jakarta) dan mendirikan masjid.

Di dekat sini

Kecamatan Tambora, tempat masjid berada, adalah salah satu daerah terpadat di Asia Tenggara. Secara geografis ditentukan oleh batas alam dan infrastruktur, termasuk kanal Kali Krukut - Kali Besar dan Jalan Duri Selatan. Kelurahan Roa Malaka di dalam Kecamatan Tambora berisi kawasan barat daya Kota Tua Jakarta, yang menampilkan bangunan kolonial, yang sebagian besar digunakan sebagai kantor saat ini. Situs penting lainnya di kecamatan Tambora termasuk Masjid Angke dan Toko Merah.

Tabel Data

KategoriDetail
Nama POIMasjid Raya Tambora
Jenis POITempat Ibadah
WilayahKota Jakarta Barat, Indonesia
KecamatanTambora
KelurahanTambora
AlamatTambora, Kota Jakarta Barat, Jakarta, Indonesia
Garis Lintang-6.1444093
Garis Bujur106.8082511
Tahun Didirikan1767
PendiriHaj Mustoyib Ki Daeng dan Ki Daeng
Luas Wilayah Kecamatan Tambora5.40 km² (Sensus 2010), 5.362 km² (Sensus 2010)
Populasi Kecamatan Tambora (2020)241,889 jiwa
Populasi Kecamatan Tambora (2010)236,974
Kepadatan Penduduk Kecamatan Tambora (2021)50,627 orang/km²
Kelurahan di Kecamatan TamboraAngke, Duri Selatan, Duri Utara, Jembatan Besi, Jembatan Lima, Kali Anyar, Krendang, Pekojan, Roa Malaka, Tanah Sereal, Tambora

Unit tersedia di sekitar Masjid Jami Tambora

Fasilitas dan Layanan di Sekitar Masjid Jami Tambora
Sitemap