Gereja St. Laurensius, Rawa Barat, Kebayoran Baru

Gereja St. Laurensius adalah gereja Katolik yang terletak di Rawa Barat, sebuah kelurahan di kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. Sebagai tempat ibadah, gereja ini melayani komunitas Katolik setempat dan berkontribusi pada tatanan religius dan sosial di daerah tersebut. Gereja ini didedikasikan untuk Santo Laurensius (Saint Lawrence), seorang diakon dan martir Gereja Katolik Roma.

Sorotan Utama

  • Gereja St. Laurensius berfungsi sebagai gereja paroki di bawah Keuskupan Agung Jakarta.
  • Gereja mengadakan misa harian, serta perayaan Ekaristi mingguan pada Sabtu malam dan Minggu.
  • Gaya arsitektur Gereja St. Laurensius menggabungkan elemen neo-Gotik, terlihat pada desain eksterior dan interiornya.
  • Gedung gereja terletak di atas lahan seluas 10.776 meter persegi, dengan luas bangunan 2.819 meter persegi.
  • Interior menampilkan 12 pilar, melambangkan 12 rasul Yesus.
  • Paroki aktif terlibat dalam pembangunan komunitas dan penjangkauan, menekankan spiritualitas peduli terhadap kaum miskin.
  • Kebayoran Baru, tempat Rawa Barat berada, adalah distrik yang terencana dengan baik yang dikenal dengan infrastruktur perkotaannya dan campuran fasilitas perumahan, komersial, dan sipil.
  • Kelurahan Rawa Barat memiliki populasi 7.004 jiwa pada tahun 2010, dengan kepadatan penduduk sekitar 10.754 jiwa per km².

Lokasi & Konektivitas

Gereja St. Laurensius terletak di Jl. Suryo No.62, di kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi Rawa Barat di dalam Kebayoran Baru menyediakan akses ke berbagai bagian Jakarta melalui jaringan transportasi kota. Ini termasuk sistem transportasi bus rapid transit TransJakarta, LRT Jakarta, MRT Jakarta, dan KRL Commuterline. Jalan utama seperti Jalan Suryo memfasilitasi aksesibilitas lokal. Kecamatan Kebayoran Baru berbatasan dengan Jalan Sudirman di barat laut dan Jalan Gatot Subroto di timur laut, menghubungkannya ke Jakarta Pusat dan daerah lain.

Fasilitas

Bangunan gereja itu sendiri adalah fitur yang menonjol, yang dicirikan oleh arsitektur neo-Gotik dan jendela kaca patri yang dirancang untuk memungkinkan cahaya masuk dan menyampaikan pesan religius. Fasilitas pendukung gereja meliputi pastoran dan gua Maria (Gua Maria Penuh Rahmat). Desain interior menampilkan paduan suara poligonal dan nave simetris, dengan elemen artistik tertentu seperti patung Yesus tunawisma untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung.

Relevansi

Gereja St. Laurensius berfungsi sebagai pusat spiritual dan komunitas yang signifikan bagi umat Katolik di Rawa Barat dan wilayah Kebayoran Baru yang lebih luas. Kehadirannya berkontribusi pada lanskap perkotaan sebagai tempat ibadah yang menjadi tengara. Kegiatan gereja, termasuk misa rutin dan program keterlibatan masyarakat, membina kohesi sosial dan perkembangan spiritual di antara jemaatnya. Wilayah Kebayoran Baru dikenal dengan perencanaan kotanya yang komprehensif, mengintegrasikan zona perumahan dengan fasilitas sipil dan komersial, dan gereja memainkan peran dalam struktur yang mapan ini.

Di dekat sini

Lokasi terdekat yang terkenal di daerah Rawa Barat termasuk Lapangan Olahraga Blok S, yang menawarkan fasilitas olahraga, dan pusat kuliner seperti Pujasera Blok S. Ruang hijau seperti Taman Suryo, Taman Laksana, dan Taman Bakti juga dapat ditemukan di sekitarnya. Kecamatan Kebayoran Baru adalah rumah bagi berbagai lembaga penting, termasuk Bursa Efek Indonesia, Markas ASEAN, dan Balai Kota Jakarta Selatan. Tempat ibadah lain di Kebayoran Baru termasuk Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil dan Gereja Kristen Protestan Batak Kebayoran Baru.

Tabel Data

KategoriDetail
Jenis POITempat Ibadah (Gereja Katolik)
WilayahKota Jakarta Selatan, Indonesia
KecamatanKecamatan Kebayoran Baru
KelurahanRawa Barat
AlamatJl. Suryo No.62, RT.1/RW.4, Rw. Bar., Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180, Indonesia
Luas Wilayah Kebayoran Baru12.91 km² (2007), 12.69 km² (2010), 12.58 km² (terkini)
Populasi Kebayoran Baru (2006)144,037
Populasi Kebayoran Baru (2010)141,714
Populasi Kebayoran Baru (2017)143,784
Luas Wilayah Rawa Barat (2010)0.6513 km²
Populasi Rawa Barat (2010)7,004
Kepadatan Penduduk Rawa Barat (2010)10,754 jiwa/km²

Unit tersedia di sekitar Gereja St. Laurensius

Fasilitas dan Layanan di Sekitar Gereja St. Laurensius
Sitemap