Masjid Agung Surosowan, Cileles, Kabupaten Lebak

Masjid Agung Surosowan adalah tempat ibadah bersejarah yang terletak di Banjarsari, Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, Indonesia. Sebagai tengara budaya yang signifikan, ia berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan Islam dan mencerminkan kekayaan sejarah wilayah tersebut. Arsitektur masjid sering kali menggabungkan berbagai pengaruh, menyoroti konteks sejarahnya dalam Kesultanan Banten.

Sorotan Utama

  • Terletak di Banjarsari, Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, Indonesia.
  • Bagian dari situs arkeologi Banten Lama yang bersejarah.
  • Dibangun pada tahun 1552, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Banten pertama.
  • Menampilkan elemen desain eklektik, menampilkan pengaruh arsitektur Jawa, Tiongkok, Mughal India, dan Belanda.
  • Termasuk menara setinggi 24 meter yang dirancang oleh arsitek Tiongkok, Cek-ban-cut.
  • Berisi bangunan tiyamah berlantai dua bergaya Belanda abad ke-17, yang dirancang oleh Hendrik Lucaasz Cardeel, digunakan untuk studi Islam dan pertemuan sosial.
  • Kompleks ini menampung makam, termasuk makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya.
  • Desain atap masjid mencerminkan pendekatan filosofis Islam, sebelumnya terkait dengan pendekatan filosofis Hindu yang mewakili Meru, gunung suci.

Lokasi & Konektivitas

Masjid Agung Surosowan terletak di Banjarsari, sebuah desa di kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak. Cileles adalah salah satu dari 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Kabupaten Lebak terletak di Provinsi Banten, berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang di sebelah barat, Kabupaten Serang di sebelah utara, dan Kabupaten Tangerang di timur laut, dengan kabupaten Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat) di sebelah timur, dan Samudra Hindia di sebelah selatan. Meskipun rute transportasi umum khusus langsung ke masjid tidak dirinci, pusat administrasi Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, terintegrasi dengan Commuter Line ke Jabodetabek dan jalur kereta api Jakarta-Merak.

Fasilitas

Kompleks masjid meliputi ruang sholat utama dengan atap berjenjang lima yang ditopang oleh empat tiang utama (saka guru). Tiga tingkatan teratas dari atap menyerupai pagoda Tiongkok. Sebuah pawestren bergaya Jawa, sebuah aula samping untuk jamaah wanita, ditambahkan pada masa pemerintahan Maulana Muhammad. Serambi (beranda) selatan telah diubah menjadi area makam, yang berisi sekitar 15 makam. Fitur penting adalah menara bata setinggi 24 meter, yang memiliki dasar segi delapan dengan diameter 10 meter, mengingatkan pada mercusuar dan menampilkan campuran dekorasi Mughal India dan candi kuno. Selain itu, sebuah bangunan berlantai dua yang dikenal sebagai tiyamah, dirancang dalam gaya Belanda abad ke-17, digunakan untuk studi Islam dan pertemuan sosial.

Relevansi

Masjid Agung Surosowan memainkan peran penting dalam membentuk lingkungannya sebagai jangkar sejarah dan budaya di area Banten Lama. Ini adalah salah satu dari sedikit struktur yang masih ada dari bekas kota pelabuhan berbenteng Banten, yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten abad ke-16 dan pusat perdagangan yang makmur. Masjid terus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya, menarik pengunjung yang datang untuk memberi hormat dan berdoa di makam di dalam kompleksnya. Gaya arsitektur eklektiknya berfungsi sebagai representasi nyata dari beragam pengaruh internasional yang membentuk Banten selama masa kejayaannya.

Di dekat sini

Masjid Agung Surosowan terletak di dalam situs arkeologi Banten Lama, yang juga berisi reruntuhan Kraton Surosowan (istana), yang terletak di sebelah timur masjid. Museum Banten Lama, yang menampung sisa-sisa arkeologi, terletak di antara Kraton Surosowan dan Masjid Agung. Situs bersejarah lainnya di Banten Lama termasuk reruntuhan Kraton Kaibon, Vihara Avalokiteshvara, dan Benteng Speelwijk.

Tabel Data

KategoriDetail
Nama POIMasjid Agung Surosowan
Tipe POIplace_of_worship
WilayahKabupaten Lebak, Banten, Indonesia
KecamatanCileles
DesaBanjarsari
AlamatBanjarsari, Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, Indonesia
Garis Lintang-6.442766
Garis Bujur106.0346285
Tanggal Pembangunan1552 (Masjid); 1566 (Ruang sholat utama)
Tinggi Menara24 meter
Luas Kabupaten Lebak (perkiraan 2023)3.481,35 km²
Populasi Kabupaten Lebak (perkiraan pertengahan 2023)1.480.593
Luas Kecamatan Cileles (perkiraan 2023)173,42 km²
Populasi Kecamatan Cileles (perkiraan pertengahan 2023)59.203
Populasi Desa Banjarsari (Kampung KB, tidak ada tanggal yang diberikan)1.782
Fasilitas dan Layanan di Sekitar Masjid Agung Surosowan
Sitemap