Vihara Avalokitesvara, Mangga Dua Selatan, Kota Serang

Vihara Avalokitesvara, juga dikenal sebagai Vihara Boen Tek Bio, merupakan salah satu vihara tertua di Banten dan Indonesia, dengan perkiraan pembangunan sejak abad ke-16 (sekitar tahun 1542 atau 1652 Masehi). Vihara ini berfungsi sebagai rumah ibadah bagi penganut Tridharma, meliputi agama Tao, Buddha, dan Konghucu. Selain sebagai pusat keagamaan, Vihara Avalokitesvara juga menjadi destinasi wisata religi dan sejarah yang menampilkan arsitektur Tiongkok kuno.

Sorotan Utama

  • Didirikan pada abad ke-16, sekitar tahun 1542 atau 1652 Masehi.
  • Berfungsi sebagai tempat ibadah Tridharma (Tao, Buddha, dan Konghucu).
  • Memiliki arsitektur yang memadukan unsur Tionghoa dan Buddha.
  • Mencakup area seluas 10 hektar dengan altar utama Dewi Kwan Im.
  • Pernah dipindahkan pada tahun 1774 dari lokasi awalnya di Desa Dermayon ke Kampung Pamarican.
  • Vihara ini pernah menjadi tempat perlindungan bagi warga saat letusan Gunung Krakatau dan tsunami pada tahun 1883.
  • Telah ditetapkan sebagai cagar budaya di Provinsi Banten.

Lokasi & Konektivitas

Vihara Avalokitesvara berlokasi di Jl. Tubagus Raya, Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Lokasinya berada di Kawasan Banten Lama, sekitar 10 hingga 15 kilometer dari pusat Kota Serang. Aksesibilitas menuju vihara ini terbilang mudah, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Dari Stasiun Serang, jaraknya sekitar 10-15 kilometer, sementara dari Stasiun Kereta Tonjong Baru hanya berjarak sekitar 4,4 kilometer. Jalan-jalan di sekitar kawasan Banten Lama juga telah diperbaiki dan tertata rapi.

Fasilitas

Vihara Avalokitesvara memiliki altar utama berupa patung Dewi Kwan Im, yang usianya hampir sama dengan bangunan vihara. Di sekitar altar utama, terdapat 16 patung dewa-dewi dan pilar-pilar berukiran naga. Bangunan vihara menampilkan arsitektur khas Tiongkok dengan ornamen naga, atap berlapis, dan ukiran kayu yang rumit. Terdapat juga bangunan pagoda lima lantai yang menjulang tinggi. Fasilitas penunjang di vihara ini meliputi ruang meditasi, perpustakaan, restoran vegetarian, area taman, parkir, dan toilet.

Relevansi

Vihara Avalokitesvara memegang peranan penting sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Banten, berdiri megah di tengah mayoritas penduduk Muslim. Sejarahnya erat kaitannya dengan Sunan Gunung Jati, yang membangun vihara ini pada tahun 1542 untuk memfasilitasi pengikut istrinya, Putri Ong Tien, yang masih menganut keyakinan Buddha. Vihara ini juga dihormati karena kontribusinya dalam menanggulangi wabah penyakit di masa lampau, bahkan menjadi tempat pengungsian yang aman saat letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Keberadaannya di kawasan Banten Lama menjadikannya bagian dari gugusan situs bersejarah yang menunjukkan akulturasi budaya di Banten.

Di dekat sini

Vihara Avalokitesvara terletak di dekat beberapa situs bersejarah lainnya di Banten Lama, seperti Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Benteng Speelwijk, Museum Negeri Banten, Masjid Pecinan Tinggi, Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, dan Makam Tubagus Buang Banten. Lokasinya tidak jauh dari pesisir pantai utara Pulau Jawa.

Tabel Data

FaktaDetail
Nama LainVihara Boen Tek Bio, Klenteng Tri Darma
Tahun DidirikanDiperkirakan 1542 atau 1652 Masehi
Agama yang DilayaniTao, Buddha, Konghucu
Luas Area10 hektar
Altar UtamaPatung Dewi Kwan Im
Jumlah Patung Dewa-Dewi16
Perpindahan Lokasi1774 (dari Desa Dermayon ke Kampung Pamarican)
StatusCagar Budaya Provinsi Banten
Jam Buka08:00–17:00 WIB setiap hari
Fasilitas dan Layanan di Sekitar Vihara Avalokitesvara
Sitemap