Tips Menggunakan Media Sosial dengan Sehat

Tips Menggunakan Media Sosial dengan Sehat

Hidup di era teknologi canggih, bagaimana bisa seseorang hidup tanpa media sosial? Datareporter.com menyebutkan bahwa 49% penduduk dunia atau setara dengan 3,8 juta orang terhubung melalui media sosial. Pengguna media sosial telah tumbuh dengan kecepatan yang eksponensial sehingga selalu ada platform baru bagi orang untuk menampilkan kehidupan mereka kepada publik. Aplikasi yang tumbuh paling cepat saat ini adalah TikTok, platform berbagi video yang memungkinkan pengguna merekam video kreatif dan membagikannya ke sluruh dunia. Fungsinya mirip dengan Instagram, tapi biasanya digunakan untuk dance cover.

Bidang pekerjaan baru juga muncul di dunia media sosial yang sedang berkembang. Pekerjaan seperti influencer mendapatkan pendapatan yang luar biasa dari endorsement, menjadi pekerjaan yang sangat terkenal sehingga ketika ditanya kepada anak-anak SD tidak lagi menjawab dengan “dokter” atau “arsitek”. Mereka akan menjawab “influencer” atau “YouTuber” ketika ditanya ingin menjadi apa saat mereka dewasa.

Namun, platform media sosial memiliki beberapa kelemahan. Penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara penggunaan media sosial, kesehatan mental negatif, dan harga diri yang rendah. Penggunaan media sosial terus menerus akan menurunkan tingkat kebahagiaan dan meningkatkan rasa keterasingan. Agar lebih bisa mencintai dirimu, berikut enam cara yang bisa kamu lakukan dalam menggunakan media sosial dengan penuh perhatian untuk dirimu yang lebih baik.

1. Tik-Tok, Waktu adalah Uang!

time
Tik-Tok, Waktu adalah Uang

Kecuali jika kamu seorang influencer terkenal yang dibayar setiap kali kamu memposting endorsement atau menunggu orang yang kamu suka membalas chat, kamu tidak perlu menggunakan media sosial setiap lima menit, kan? Apakah terlalu bergantung pada media sosial membuatmu terhalang? Tidak, kan? Hiduplah dan nikmati kehadiranmu saat ini! Apakah kamu sedang berkumpul dengan teman atau menonton konser? Lupakan handphonemu untuk sesaat. Dengan mengurangi penggunaan media sosial, kamu akan memiliki kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang yang kamu cintai dan lebih menikmati dunia nyata. Bahkan saat kamu sendirian, ada banyak hal yang dapat dilakukan, seperti membaca buku atau mendengarkan lagu-lagu favoritmu.

2. Persepsimu Bukan Realitasku!

taking photo with phone
Persepsimu Bukan Realitasku!

Kamu pernah penasaran apa yang terjadi di balik layar foto Instagram seseorang? Jika kamu melihat influencer yang sering bepergian dan memposting pemandangan epik di pantai dan pegunungan di seluruh dunia, apakah kamu juga melihat mereka saat mobilnya diderek atau mereka ditipu dan kehilangan tiketnya? Tidak, karena yang kamu lihat hanyalah bidikan ‘sempurna’. Media sosial tidak dirancang bagi orang-orang untuk menunjukkan jati diri mereka, jadi mengapa repot-repot menaruh begitu banyak perhatian pada sesuatu yang bukan dirimu?

3. Kecemburuan Membunuhmu!

girl holding word im here you not
Kecemburuan Membunuhmu!

“Dia memiliki semua tas desainer mewah, aku juga ingin seperti dia.” Apakah kamu sering bergumam seperti ini saat scroll Facebook? Perbandingan dan kecemburuan disebabkan media sosial yang berkontribusi pada gejala kecemasan dan depresi. Perdebatan itu tidak akan pernah berakhir dalam pikiranmu jika kamu melupakan apa yang telah kamu miliki. Kamu bisa memilih untuk menjadikannya sebagai kecemburuan, inspirasi, atau bahkan membuatmu insecure!

Baca juga: Etika Sosial di Indonesia

4. Bertanggung Jawablah!

playing phone
Bertanggung Jawablah!

Pengguna anonim atau yang biasa disebut ‘netizen’ Indonesia dikenal karena pendapatnya yang blak-blakan terkait isu kontroversial yang terjadi saat ini. Orang-orang ini tidak takut untuk memposting apa yang mereka pikirkan ke publik, yang biasanya akan menimbulkan efek merugikan seperti terseret kasus hukum. Berhati-hatilah dengan apa yang kamu posting di media sosial. Jangan memposting sesuatu yang akan kamu sesali. Selain itu, berhentilah menyebarkan berita dengan sumber yang tidak bisa dipercaya. Menyebarkan berita palsu atau hoax yang berujung pada kekacauan bisa dianggap sebagai kejahatan.

5. Fokus pada Hal Positif!

girl holding a phone
Fokus pada Hal Positif!

Meskipun media sosial memiliki banyak kekurangan, namun tetap bermanfaat untuk menjaga komunikasi dengan teman-temanmu di seluruh dunia atau bahkan membebaskanmu dari rasa bosan dengan membuat video TikTok. Fokus pada hal-hal positif yang ditawarkan media sosial. Ikuti orang-orang yang berpengaruh baik, mengelilingi diri dengan komunitas online hebat untuk membantumu mencapai tujuan, menggunakan media sosial sebagai platform untuk mendukung bisnismu dan sebagainya.

Kami berharap kamu bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Setiap orang memiliki caranya masing-masing, namun kamu harus memastikan hal tersebut tidak mengganggu kesehatan mental dan menimbulkan efek berbahaya bagi dirimu sendiri. Jangan biarkan media sosial menguasaimu, karena kamu yang memegang kendali.

Avatar

Hello Flokq

Related Posts

Tips untuk Tetap Produktif Dengan Banyak Deadline

Tips untuk Tetap Produktif Dengan Banyak Deadline

7 Coliving Space Terbaik di Bali

7 Coliving Space Terbaik di Bali

Kos-kosan Terbaik di Kebayoran Lama

Kos-kosan Terbaik di Kebayoran Lama

Apartemen Terbaik di Pasar Minggu

Apartemen Terbaik di Pasar Minggu

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *