10 Pantangan Bali: Pastikan Anda Berlibur dengan Aman dan Nyaman

10 Pantangan Bali: Pastikan Anda Berlibur dengan Aman dan Nyaman

Selain dari keindahan alamnya yang memukau, Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan tingkat toleransi tertinggi. Meski terdapat banyak budaya, agama, dan tradisi dalam satu pulau, sebagian besar masyarakat lokal Bali sangat menghormati satu sama lain. Jika Anda mengunjungi Bali, Anda dapat melihat bagaimana interaksi sosial antar budaya berlangsung dengan damai. Dan karena terdapat banyak budaya yang berbeda dalam satu tempat, Anda juga akan menemukan beberapa aturan yang perlu Anda ikuti untuk turut menghargai perbedaan tersebut. Berikut adalah 10 pantangan Bali yang perlu Anda patuhi selama liburan.

1. Melangkahi atau Menginjak Canang

source: Canang

Canang adalah persembahan oleh umat Hindu yang umumnya berbentuk piringan daun yang berisi bunga dan dan buah di dalamnya. Persembahan ini adalah bentuk penghormatan umat Hindu sebagai pencipta alam yang dapat Anda temui sepanjang jalan di Bali. Jika terinjak atau terlangkah, Anda perlu segera meminta maaf untuk membuang sial.

2. Berbincang dari Kendaraan

Salah satu bentuk tata krama yang perlu Anda ikuti di Bali adalah menghargai lawan bicara Anda. Ketika Anda ingin berkomunikasi dengan seseorang dan Anda sedang berkendara, Anda harus turun dari kendaraan dan melepas helm Anda. Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka dan lawan bicara Anda akan membantu Anda dengan senang hati.

3. Memegang Kepala Seseorang

source: Memegang Kepala Seseorang

Jika tidak dalam situasi yang membutuhkan atau mendesak, hindari untuk menyentuk kepala seseorang secara sengaja. Warga Bali percaya bahwa kesucian manusia berada di atas, dan kepala, sebagai bagian tubuh teratas, juga memiliki kesucian tersebut. Dengan demikian pantang bagi Anda untuk memegang kepala seseorang di Bali.

4. Mengunjungi Tempat Suci saat Cuntaka

source: Cuntaka

Larangan ini adalah salah satu larangan paling umum bagi turis. Cuntaka dapat merujuk pada pantangan Bali di mana perempuan yang sedang datang bulan untuk memasuki tempat suci. Cuntaka dapat juga berlaku pada laki-laki dan perempuan yang baru saja kehilangan anggota keluarga. Kedua peristiwa tersebut dinilai dapat membawa energi buruk bagi tempat suci, sehingga pelanggaran terhadap aturan ini dapat menimbulkan hal-hal buruk.

5. Mengenakan Pakaian Minim di Pura

Baik perempuan maupun laki-laki perlu berpakaian sopan ke pura yang banyak menjadi objek wisata di Bali. Beberapa tempat menyewakan kain sarung dan selendang untuk Anda kenakan, namun sebaiknya Anda menyiapkan sarung sendiri karena beberapa tempat juga dapat melarang Anda memasuki pura tanpa kain sarung dan selendang tersebut.

6. Berkata Kasar

source: Berkata Kasar

Masih dalam kawasan pura, Anda dilarang untuk berkata kotor, kasar, tidak senonoh, dan memaki. Pelanggaran terhadap aturan ini dipercaya akan mendatangkan hal buruk bagi pelaku.

7. Mencuri Canang

source: Mencuri

Meski termasuk aturan umum, masih banyak pengunjung luar dan dalam negeri yang iseng mengambil makanan dan bunga dari canang. Canang adalah persembahan umat Hindu sebagai bentuk penghormatan dalam kepercayaan mereka, sehingga mencuri canang, atau item apapun dari tempat skral di Bali, dipercayai dapat berakhir buruk pada pelaku.

8. Menggunakan Flash Kamera

source: Flash

Saat mengabadikan momen di Bali, Anda mungkin perlu menggunakan cahaya kamera untuk mendapatkan gambar yang jelas. Namun, jika Anda sedang memotret aktifitas berdoa, Anda disarankan untuk tidak menggunakan cahaya kamera agar tidak mengganggu.

9. Gaduh di Hari Nyepi

source: Hari Nyepi

Jika Anda sempat menjalani hari Nyepi, Anda perlu mengikuti aturan Bali dalam hari tersebut. Terkecuali dalam keadaan darurat, Anda tidak boleh keluar rumah, menyalakan lampu, beraktivitas ataupun membuat kegaduhan. Pelanggaran pada aturan ini dikenakan sanksi adat yang sanksinya disesuaikan dengan awig desa adat pakraman bersangkutan.

10. Menunjuk

source: Menunjuk

Menunjuk dengan tangan kiri dan kaki merupakan suatu pantangan Bali. Dalam kondisi terdesak yang mengharuskan Anda untuk menggunakan tangan kiri atau kaki, Anda dapat meminta maaf sebelum menunjuk dengan bagian tubuh yang bukan tangan kanan Anda.

Berlibur ke Bali memang menyenangkan. Namun untuk keamanan dan kenyamanan Anda sendiri, sebaiknya Anda mematuhi peraturan yang ada. Perlu diingat juga tiap daerah Bali mungkin memiliki peraturan yang cukup berbeda, sehingga penting bagi Anda untuk mengkonfirmasi pengetahuan Anda akan larangan yang ada dengan pemahaman lokal. Selamat berlibur!


Tertarik dengan tempat liburan Bali yang lain? Berikut sejumlah rekomendasi untuk Anda!

Hello Flokq

Flokq helps people find a great place to live. Explore how you can live your life to the fullest in your city with Flokq!

Related Posts

9 Restoran Seafood di Ubud untuk Pengalaman Masakan Bali Terbaik

9 Restoran Seafood di Ubud untuk Pengalaman Masakan Bali Terbaik

10 Rekomendasi Private Villa dengan Internet Cepat di Bali

10 Rekomendasi Private Villa dengan Internet Cepat di Bali

Pecinta Pop Daerah Harus Tahu! Ini 15 Lagu Bali Terbaru 2021

Pecinta Pop Daerah Harus Tahu! Ini 15 Lagu Bali Terbaru 2021

Panduan Lengkap Biaya Hidup di Ubud, Bali untuk Pasangan!

Panduan Lengkap Biaya Hidup di Ubud, Bali untuk Pasangan!

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *