Etika Bersosialisasi di Indonesia

Etika Bersosialisasi di Indonesia

Indonesia adalah negara besar dengan budaya dan demografi yang sangat beragam, terdiri lebih dari 300 kelompok etnis, dan berbicara lebih dari 700 bahasa. Di Indonesia, etika sosial dikenal sebagai “tata krama”, masing-masing kelompok etnik Indonesia ini memiliki tata krama dan berbicara bahasa asli mereka masing-masing.

Datang ke Indonesia mungkin terasa agak sulit pada awalnya, terutama jika kamu perlu berinteraksi dengan penduduk setempat. Seperti halnya tempat lain di dunia, etika sosial di Indonesia akan bergantung pada budaya orang yang berinteraksi dengan kamu. Namun, perilaku sosial orang Jawa yang sangat halus sebagai mayoritas, kurang lebih, menjadi standar sosial di seluruh negeri.

Menjaga Nama Baik di Indonesia

Dalam budaya Indonesia, ketika kamu melakukan sesuatu yang tidak pantas, kamu dapat membawa rasa malu pada masyarakat sekitar. Perasaan malu ini umumnya dikenal sebagai “kehilangan muka.” Wajah adalah kualitas yang ditetapkan dalam sebagian besar budaya Asia yang menunjukkan reputasi, pengaruh, martabat, dan kehormatan seseorang.  

Orang-orang di Indonesia mudah merasa malu, yang membuat orang Indonesia tidak menyukai konflik. Karena itu, jangan pernah mengejek atau menghina siapa pun, dan kekurangan harus diatasi secara pribadi. Selain itu, kesalahan juga tidak boleh dibicarakan secara terbuka.

Salam

Salam dianggap sangat penting di Indonesia dan dapat mengindikasikan rasa hormat yang kamu tunjukkan kepada seseorang saat itu. Ini merupakan aspek penting dari etika sosial di Indonesia. Pada sebagian besar, kamu akan mengatakan “halo.” Tetapi, jika kamu ingin menggunakan bahasa yang lebih formal, terdapat juga selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam.

greetings
  • Kebanyakan salam melibatkan jabat tangan, tetapi jangan terburu-buru, karena ini dapat dinilai tidak sopan.
  • Jika seseorang berhasil menyentuh hati orang Indonesia sambil berjabat tangan, itu merupakan bentuk sambutan yang tulus,
  • Anggukan atau bungkukan kecil adalah bentuk salam yang biasa, yang memang seharusnya dilihat sebagai bentuk kesopanan.
  • Ketika menyapa sekelompok orang, orang tertua harus disambut terlebih dahulu.
  • Kamu bisa menyebut pria dan wanita yang lebih tua dengan “Pak” dan “Bu” karena rasa hormat, “Mas” dan “Mbak” untuk pria dan wanita yang lebih muda darimu.

Bahasa Tubuh

Tetap tenang di depan umum, menghindari perselisihan, berbicara dengan tenang, dan tidak tersinggung karena hal-hal kecil sering diajarkan kepada orang Indonesia sejak usia muda. Oleh karena itu, bahasa non-verbal tergolong penting di Indonesia dan merupakan titik etika sosial yang signifikan. Bahasa tubuh dan perilaku tertentu bisa dianggap mewakili kemarahan, kebahagiaan, atau bahkan kesedihan.

  • Berikan atau terima sesuatu dengan dua tangan. Jika terpaksa dengan satu tangan, gunakan tangan kanan.
  • Hindari menunjuk atau memanggil seseorang dengan satu jari.
  • Menyentuh kepala seseorang dianggap ofensif, karena orang Indonesia percaya bahwa kepala itu suci.
  • Kamu tidak boleh berbicara dengan tangan di pinggul. Menempatkan tangan di pinggul menunjukkan kemarahan dan posisi siap bertarung.
  • Hindari kontak mata yang lama, karena ini dapat diartikan sebagai tanda agresi.
  • Acungan jempol adalah gerakan umum di Indonesia, yang berarti “bagus!” atau tanda setuju.
  • Orang-orang mengatakan ‘permisi’ secara non-verbal saat memasuki/meninggalkan/melewati orang dengan sedikit membungkuk.

Apa yang Harus Dikenakan

Panas dan iklim lembab akan membuatmu berkeringat dengan mudah, sehingga secara otomatis tidak akan pernah terlihat penduduk setempat mengenakan celana pendek di kota. Mengekspos tubuh kamu secara berlebihan dengan mengenakan sesuatu yang sangat terbuka dapat secara serius menyinggung orang lain, karena itu merupakan aspek penting dari etika sosial di Indonesia. Namun, hal tersebut mungkin berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Sebagai contoh, Aceh jauh lebih konservatif bila dibandingkan dengan Bali karena hukum Syariah yang ketat.

what to wear

Untuk pria

  • Acara formal pada umumnya mengharuskan kamu mengenakan jas, kemeja lengan panjang, dan dasi.
  • Pastikan membawa lebih dari satu kemeja jika menggunakan transportasi umum.
  • Di kantor bisnis yang kasual/rapat bisa, kaus lengan pendek dan tanpa dasi adalah hal yang wajar.
  • Kaus lengan pendek biasanya berwarna putih, karena cuaca yang panas.

Untuk wanita

  • Bagi wanita, lazim untuk mengenakan gaun, rok, dan kemeja lengan. Kalau kamu suka mengenakan rok, maka pastikan rok tidak terlalu pendek atau rok menutupi lutut.
  • Biasanya, wanita menggunakan pakaian berwarna lebih gelap.
  • Bahkan jika sangat panas dan lembab di Indonesia, tidak tepat untuk mengenakan baju dengan bahu terbuka atau atasan berenda.

Batik

Batik adalah ikon bangsa Indonesia. Kalau kamu masih bingung ingin mengenakan apa, cukup kenakan batik. Kamu bisa mengenakan kemeja batik tradisional dan memadukannya dengan celana/rok gelap, batik juga cocok untuk acara bisnis dan resmi di Indonesia. Ketika mengenakan baju batik, kamu tidak hanya menunjukkan bahwa kamu tahu tentang pakaian bisnis lokal, itu juga merupakan apresiasi terhadap salah satu warisan budaya Indonesia. Mengenakan lengan panjang atau lengan pendek, sebagian besar tergantung situasi. Untuk rutinitas kantor harian, batik lengan pendek juga akan terlihat oke. Untuk rapat, acara, atau makan malam formal, kamu harus memilih yang berlengan panjang.

Ketika Makan

Di Indonesia, kamu mungkin menemukan orang-orang yang bertanya apakah kamu sudah makan, bahkan jika itu tidak mendekati waktu makan. Ini seringkali hanya cara untuk bertanya bagaimana keadaan kamu. Ini adalah cara terbaik untuk menunjukkan pengetahuan tentang etika sosial di Indonesia. Pria, wanita, dan anak-anak biasanya makan bersama ketika tidak ada tamu. Di sini, terdapat nilai penting: kebersamaan, solidaritas timbal balik, dan loyalitas kelompok. “Kita makan atau tidak, tidak masalah selama kita bersama!” adalah pepatah Jawa yang populer diucapkan.

  • Makanan biasanya diambil dari hidangan bersama yang diletakkan di tengah.
  • Tangan kanan harus digunakan untuk menyuap makanan ke mulut dan menawarkannya kepada orang lain.
  • Berjalan sambil makan dianggap tidak sopan.
  • Di beberapa daerah, sangat umum makan dengan tangan kosong.
  • Seseorang dianggap tidak sopan jika menolak tawaran makanan dan minuman.
  • Menunggu sinyal dari tuan rumah untuk mulai makan atau minum.
  • Menyilangkan garpu dan sendok menunjukkan bahwa kamu telah selesai makan.

Kami berharap ini akan bermanfaat untuk kamu mempelajari dan memahami sedikit lebih banyak tentang etika sosial di Indonesia. Semoga kamu akan mulai menerapkan ini pada kehidupan sehari-harimu ketika tinggal di sini. Jika kamu ingin mempelajari lebih lanjut tentang Jakarta dan pindah ke kota besar ini secara umum, kamu bisa klik di sini!

Avatar

Hello Flokq

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *